Gili Terawangan

May 13th, 2008 by justajournal

Gili Terawangan itu keren man!!  Daerah pantai di NTB yang tempatnya asik ini masih banyak yang belum dieksplor.. disana lebih banyak turis asing ketimbang turis lokal, mungkin meGili_ntb1_4 ngigat lokasi yang cukup jauh  kali yaa dan harga2 penginapan disana yg cukup mahal, padahal tempatnya seadanya loh..mirip rumah panggung gitu tp buat bule eksotis kali ya..untuk menempuh kesana..kurang lebih sekitar 45 menit-an  harus dilalui dengan boat namun it was worth it, pantainya masih bersih, asri dan eksotis, kita serasa di negara lain disana, karena banyakan bulenya daripada orang lokalnya

kelCidomoiling pulau naik cidomo juga asik, sekali keliling sekitar 50ribu rupiah, puas berkeliling pulau tersebut, cidomo itu mirip andong gitu lah, sekeliling pulau masih banyak lahan yang belum digarap, berupa tanah-tanah kering pinggir pantai dengan pohon-pohon yang meranggas, kata pemandu yang juga kusir cidomo, banyak dari tanah di pulau tersebut yang sudah bukan milik warga sekitar alias sudah dibeli oleh pemodal atau cukong-cukong untuk dijadikan resort..hmm..

so kapExotic_gilian ya bisa kesana lagi *ngarep* mode on :D

Chemo dan Chimi

May 13th, 2008 by justajournal

Chemochimi2 Chemo dan chimi adalah dua teddy bear peliharaan kami hehehe..awalnya chemo yg lebih dulu hadir di hidup kami, chemo dibeliin oleh suami saya waktu jaman pacaran dulu dan jadi best friend saya di kamar, dia yang nemenin saya dan saya iseng2in klo lagi ngga ada kerjaan..sedangkan chimi kita temukan setelah kami menikah dan jalan ke suatu toko boneka untuk mencari teman bagi chemo yang seukuran dengan doi, tp ternyata ngga nemu, yg nemu adalah jenis yang mirip tapi berbeda warna bulu dan ukurannya lebih mini..si chimi ini teronggok begitu aja di lantai toko di kelilingi boneka2 lain yang lebih besar darinya..bulunya sedikit kotor dan tidak ada pilihan yang lainnya..matanya seolah memohon untuk dibawa oleh kami hehehe..akhirnya kami pun jadi membelinya…

Chemo berbaju warna biru dan berbulu coklat sedangkan chimi bajunya pink dan bulunya putih, sebenarnya mrk masih satu spesies mungkin hehehe..hanya beda warna saja..chemo lebih besar dan chimi kecil mungil..kami menetapkan gender mereka hanya berdasarkan warna baju yg mereka pakai hahaha..si chemo cowok dan si chimi cewek…

Sebenarnya dulu chemo itu saya panggil okem awal2nya, karena bajunya yang kesempitan dan tangannya yg gendut menyembul di lengan kaosnya..kayak jaman tahun 80-an itu loh yang suka linting2 baju

kanPunggungkuw

sebutannya okem, makanya saya panggil dia okem…kadang ochem..trs ya dibolak balik..ochem..chem..chemo hehehe..ya jadilah dia skrg dipanggil chemo..adeknya ya jadinya bernama chimi…

Tadinya suami saya rada sebel juga sama ni teddy bear, chemo..krn saya sayang banget sama dia hahahaha..selalu saya belain klo chemo lagi dijitak atau ditinju2 ..padahal

yang beli dulu dia..eh dia sebel krn kadang2 jadi tersisih hehehe…tapi sekarang dia juga ikutan sayang sama chemo padahal dulu dia cuma perhatian sama chimi karena untuk ngebales saya yang care banget sama chemo..jadilah chemo dan chimi skrg jadi bagian keluarga kecil kami…

Kadang kalo lagi iseng, kami sering mendubbing suara kami dan berlakon dan mengisi suara kedua teddy bear itu..makin lama kami makin kreatif nyari ide cerita hahaha dasar kurang kerjaan banget deh..misalnya kisah chemo dan chimi menjaga laptop..chemo motong rumput..pertempuran chemo dan chimi, chemo dan chimi demo…chemo dan chimi menuntut kenaikan gaji, chemo dan chimi main banana boat dan lain2 hahaha…karena kita anggap chemo dan chimi adalah satpam kecil kami..yang ngejagain barang2 kami kalo kami ngga ada..hihihi…bagi chemo dan chimi, suamiku adalah bos tinggi dan aku adalah bos cewek

Kami juga sering ngebayangin gimana kalo chemo dan chimi berubah jadi robot terus kita suruh2 mereka ngerjain kerjaan rumah hehehe..lucu banget ngebayangin chemo ngebawa pemotong rumput sambil jalan egal..egol..dengan alat pemotong rumput yang lebih gede darinya..terus ketemu kucing yang sering mampir ke halaman rumah kami untuk bersantai..pasti akan terjadi kegaduhan karena si kucing akan mengira robot chemo itu sebagai ancaman hihihi.. siaaap booss

kan

Suku Sasak

May 13th, 2008 by justajournal

S5020367 Sungguh suatu pengalaman yang menarik ketika kami berkesempatan untuk mengunjungi suku sasak di lombok, biasa tugas kantor tp teteup klo ada senggang pasti kita manfaatin untuk travelling meski cuma sebentar, kan yg penting kerjaannya udah selese S5020370 hehe

Anyway, perkampungan sasak ini menjadi salah satu tempat paling menarik menurut saya dr tmpt yg pernah kami singgahi..kampung ini tertutup dr warga lainnya meskipun letaknya sudah di pinggir kota namun satu wilayah kampung hanya dihuni oleh suku ini, semuanya jadi keluarga besar..karena mrk masih

menerapkan pernikahan dengan sepupu atau keluarga jauh lainnya pokoknya tidak keluar kampung

kampung ini sebenarnya tidak terlalu luas, saya agak lupa berapa KK yang menghuni dan brp rumah yang ada

rumah2 disana sangat khas, dengan atap apa ya namanya daun rumbia mungkin, terus bangunan rumahnya sederhana

dimana semua aktivitas rumah tangga berlangsung disana, spt masak, tidur, menerima tamu dsb temen saya sampai berbisik (dik..dik..kedengeran donk klo lagi …*sensor mode* :P hauhauaha), rumahnya sangat gelap, praktis cahaya hanya diperoleh dari pintu utama, ada rumah yang satu lantai atau dua lantai..tidurnya juga tidak pake dipan apalagi spring bed..cukup melantai..ya mungkin dengan tambahan tikar

lantainya menurut pemandu kami terbuat dr kotoran kerbau, namun amazingly udah berbentuk kayak semen gitulah..gak nyangka lah klo itu, dindingnya juga tidak berasal dr bahan bangunan permanen/semen mereka masih memegang erat tradisi, kaum lelakinya masih menggunakan sarung (yang sepertinya memang pakaian kebanggaan di pulau lombok) walaupun atasannya

sudah menggunakan baju kaos biasa..kaum wanitanya juga menggunakan sarung dan baju seadanya, kadang malah hanya pake kutang aja

klo mereka sedang menenun..hehe

karena menenun ini kelihatannya memang gampang tapi sesungguhnya cukup rumit dan mengelarkan tenaga dan konsentrasi yang cukup karena itu mereka mungkin kadang kegerahan dan aktivitas ini kebanyakan dilakukan di teras rumah mereka, that’s why harganya cukup mahal nih hasil tenunan mereka, ratusan ribu pasti buka harganya..

penghasilan mereka diperoleh dr hasil bertani dan menenun, umumnya para wanita suku ini menenun dan membuat kerajinan tangan

dan dijual di perkampungan itu juga, sehingga tidak asing lagi rumah-rumah mereka juga dijadikan show room hasil kepiawaian tangan mereka

barang2nya tidak banyak jenisnya, mereka umumnya menjual sarung tenun, taplak dengan tenunan khas dan motif yg juga khas seperti jaman2 indian gitu, simbol rumah dan orang

untuk harga memang agak sedikit mahal apalagi bila dibandingkan dengan membeli sarung di pengrajin lain/di pasar di luar suku sasak

taplak tenunan saja harganya bisa sekitar 70 ribuan  kalo tidak salah, agak lupa juga..itu pun setelah menawar dengan sengit hehehe

warga perkampungan ini sudah menganut agama islam namun tradisi adat juga masih sangat kental, disana masih ada tradisi yang namanya kawin culik, menurut pemandunya walaupun sebenarnya

orang tuanya setuju tp sepasang sejoli masih tetap melakukan tradisi ini,entahlah apa tujuannya, yah sekedar memelihara tradisi mungkin, dan toh pada akhirnya mereka akan dinikahkan resmi di balai desa

melihat kesederhanaan dan kebersahajaan hidup mereka, membuat saya jadi berpikir mungkin hidup kami sedikit beruntung,paling tidak punya kesempatan lebih banyak melihat opsi hidup, dimanja dengan fasilitas

dan punya banyak pilihan untuk mengisi hidup…hidup bagi warga suku sasak sangat lah sederhana..tak ada keinginan berlebihan, tak dimanja dengan fasilitas dan tak tersentuh

modernitas, alami dan back to nature..dunia yang sungguh berbeda dengan kami yang datang berkunjung..pilihan mengisi hidup mereka juga terbatas dan hanya terpusat di kampung itu

saya bertanya pada pemandu, apakah anak2 disini sekolah, ya sebagian dari mereka bersekolah juga,minimal sekolah dasar setelah itu kembali ke kampung, bertani atau menjadi pengrajin

are they bored? well maybe sometimes they are.. tapi kita pun yang bergelimangan dengan segala kemudahan terkadang banyak yang gamang dan bosan, satu pelajaran yang dapat diperoleh dari mereka adalah menjalani hidup sesuai porsinya, jalani hidup yang ada atau yang kita pilih dengan sebaik-baiknya..penuh kebersahajaan harus ada orang-orang seperti mereka yang tetap kukuh menjaga tradisi, well

indonesia memang sungguh luar biasa kaya akan budaya dan tradisi, jadi salut untuk mereka yang masih bisa bertahan mempertahankan semangat tradisi di tengah derasnya arus modernitas (atau sok modern hehe), individualitas dan matrelialitas dunia.